Peluang Bisnis Penangkapan Ikan di Papua Sangat Menjanjikan

by -14 Views

Hal ini terungkap dalam Pertemuan Bisnis Perikanan Provinsi Papua dan Papua Barat yang difasilitasi Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat, ( UP4B) memasuki hari ke 2, Rabu 7 Mei 2014 di Kota Sorong Papua Barat.

Prof. Dr. Ir. Ikhwanuddin, M.Sc, Deputi I UP4B dalam arahan kegiatn Fasilitasi Pertemuan Bisnis Perikanan Provinsi Papua dan Papua Barat, dihadapan peserta mengungkapkan bahwa UP4B pada prinsipnya memfasilitasi, mempertemukan pelaku bisnis dan pemerintah.

Prof. Dr. Ir. Suhendra I. Sachoemar dari Badan Pengkajian dan Pengembangan Tehnologi (BPPT) sebagai nara sumber ketika mempresentasikan Konsep Kawasan Minapolitan Provinsi Papua dan Papua Barat dihadapan peserta, sangat antusias mengikutinya, yang pada intinya bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang memiliki potensi pengembangan minapolitan tersebut.

Selanjutnya Dr. Ir. Wayan Kantun, MS, dan Ir. Indra Cahyo, MM dari bidang akademisi sebagai nara sumber mempresentasikan bisnis Penangkapan Ikan dan peluang bisnis budidaya perikanan di Papua. Hal ini memberikan gambaran kepada peserta  bahwa Papua memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkannya.

Dedi Sutisna, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) dalam arahannya mengungkapkan bahwa untuk terlaksananya usaha minapolitan, yang terpenting adalah sinergitas hubungan antara pelaku bisnis dalam hal ini investor, nelayan/pelaku usaha dan Pemerintah, apabila 3 komponen ini terhubung dengan baik maka pasti hasilnya akan baik. Dan komitmen kluster yang sudah disusun UP4B kita sepakati dan basis Minapolitan dibatasi batas wilayah Kabupaten.

Dalam sesi pembahasan terungkap beberapa hal diantaranya terkait perizinan operasional kapal penangkapan ikan, listrik dan kuota BBM, karena menurut peserta dukungan ini sangat penting untuk mendukung terlaksananya bisnis perikanan di Papua dan Papua Barat.

Moderator dalam acara fasilitasi pertemuan bisnis perikanan, Deputi IV Ferianto Djais dengan sangat cermat mengikuti pemaparan, satu persatu pertanyaan peserta, sehingga dialog berlangsung dengan sangat alot, untuk memberikan keyakinan kepada investor agar berkeinginan hadir menanamkan modal dalam bisnis perikanan ini terwujud.

Acara fasilitasi Pertemuan Bisnis Perikanan Provinsi Papua dan Papua Barat merekomendasikan beberapa kesimpulan:

  1. Sepakat untuk konsep pembagian minapolitan yang dibagi menjadi 7 kluster yang menjadi acuan untuk pengembangan dan pembangunan potensi kelautan dan perikanan. UP4B memfasilitasi daerah dalam menetapkan secara hukum tentang minapolitan secara hukum, tentang Minapolitan 7 kluster melalui (Alternatif Perbup, Perda, Pergub).
  2. Pihak STITEK tinggal mengisi kegiatan lebih detail untuk pengembangan minapolitan 7 Kluster di Papua dan Papua Barat, sebelum menjadi ketetapan Peraturan Gubernur.
  3. Perlunya fasilitasi permodalan dengan melibatkan lembaga keuangan tidak saja dari perbankan
  4. Kelembagaan dalam pengelolaan pengembangan potensi kawasan minapolitan yang berbadan hukum
  5. Izin (insentif) untuk percepatan pembangunan
  6. Ketersediaan infrastruktur dasar bagi yang belum memiliki
  7. Penyediaan listrik dan BBM (suplai dan kuota)
  8. Pasar yang pasti untuk dapat berkembang dan berlanjut untuk pengembangan kawasan minapolitan
  9. Pasokan penyediaan pakan untuk budidaya perikanan yang mempengaruhi produksi

10. Pendampingan bagi pelaku/nelayan dalam pengembangan usahanya.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 hari, tepat pukul 17.30 WIT ditutup oleh Deputi IV UP4B, Feri H. Djais. Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Kelautan, Dirjen PT KKP, Wakil Bupati Kab. Jayapura, Kepala DKP Sorong, DKP Papua Barat, Kepala Bappeda Fak fak , Kepala DKP Fak fak, Kepala DKP Kab. Jayapura , Kepala DKP Raja Ampat, Sek DKP Biak, Pimp. PT. Lestari, CV Chandra Halim, PT. Wifi, Minatama, UD. Sumber Windu, UD. Piala, Bank Papua, Bidang Akademisi dan Staf UP4B. (Ventje Ropa, Media Center UP4B)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.